PPN 

Frasa Ahmadun Yosi Herfanda

Segera hadir kembali rubrik Frasa yang khusus ditulis oleh sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda alias AYH. Frasa adalah tulisan-tulisan khas yang unik, dengan tema yang tidak biasa, yang dikemas secara ringan, inspiratif, sekaligus menghibur. Kolom ini hadir secara berkala sebagai selingan yang menggugah dan menawarkan inpspirasi baru untuk pembaca. Salam sastra, salam Litera. [R]

Read More
puisi 

Puisi-puisi Kim Al Ghazali

Kim Al Ghozali AM lahir di Probolinggo, 12 Desember 1991. Kini mukim di Denpasar dan bergiat di Jatijagat Kampung Puisi (JKP 109). Puisi-puisi dan tulisannya yang lain tersebar di pelbagai koran di Indonesia, di media online dan banyak antologi. Buku puisinya Api Kata (Basabasi, 2017) masuk daftar panjang Kusala Sastra Katulistiwa 2016-2017. Buku terbarunya yang akan terbit: Angin Pertama.

Read More
puisi 

Puisi-puisi Bambang Widiatmoko

BAMBANG WIDIATMOKO, penyair kelahiran Yogyakarta ini memiliki kumpulan puisi tunggal antara lain Kota Tanpa Bunga (2008), Hikayat Kata (2011), Jalan Tak Berumah (2014), Paradoks (2016), Silsilah yang Gelisah (2017). Kumpulan esainya Kata Ruang (2015). Sajaknya terhimpun di berbagai antologi puisi bersama antara lain Deklarasi Puisi Indonesia (2012), Sauk Seloko (2012), Secangkir Kopi (2013), Lintang Panjer Wengi di Langit Yogyakarta (2014), Jula Juli Asem Jakarta (2014), Negeri Langit (2015), Negeri Laut (2016), Pasie Karam (2016), Ije Jela (2016), Matahari Cinta Samudra Kata (HPI 2016), Sail Cimanuk (2016), Negeri Awan (2017), Kota…

Read More
Agenda 

PIAGAM SUKOREDJO Hasil Muktamar Sastra 2018

Bismillahirrahmanirrahim Bahwa sesungguhnya muktamar sastra digelar sebagai ikhtiar luhur untuk menggali kenusantaraan demi membangun kebangsaan di tengah tata kelola dunia baru yang penuh keterbukaan serta persaingan hampir di semua lini kehidupan. Bahwa sesungguhnya muktamar sastra adalah ikhtiar luhur anak bangsa untuk menjadikan manusia Indonesia tetap memiliki kepribadian di bidang kebudayaan, di samping senantiasa menggenggam kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi di kancah persaingan global.

Read More
Agenda 

Perlu Rekonstruksi dan Revitalisasi Sastra Pesantren

Oleh Ahmadun Yosi Herfand, pelayan sastra Sesungguhnya sastra Islam, terutama sastra Islam klasik, yang kini juga sering disebut “sastra pesantren”, telah memainkan peran penting dalam ikut membangun peradaban bangsa sejak berabad-abad yang lampau. Karya sastra Islam yang menjadi kanon sastra (karya unggulan) Melayu-Indonesia, seperti “Syair Perahu” karya Hamzah Fansuri, “Gurindam 12” karya Raja Ali Haji, dan sebagian puisi Amir Hamzah dalam Nyanyi Sunyi seperti “Padamu Jua” telah berperan penting dalam membangun tradisi sastra Nusantara yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Dan, nilai-nilai Islam itu pula yang menjadi akar dan ruh pertumbuhan…

Read More