PERISTIWA 

Kongres Bahasa Indonesia XII Hasilkan Enam Kesimpulan dan Empat Rekomendasi

Jakarta (litera) — Mendikbudristek Dr Nadiem Anwar Makarim, didampingin Kepala Badan Bahasa Prof E Aminudin Aziz PhD, membuka Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XII yang berlangsung pada 25—28 Oktober 2023, di Hotel Sultan Jakarta. Perhelatan lima tahunan ini diisi seminar dengan berbagai topik menartik, pentas  seni, musik, pameran, pemberian penghargaan, antara lain kepada Ebiet G Ade, serta baca puisi oleh Godi Suwarna, Iman Soleh, dan Nasruddin Anshory.

Read More
ESAI 

REFLEKSI 25 TAHUN PERTEMUAN PENYAIR NUSANTARA

  Oleh Ahmadun Yosi Herfanda, pemred Litera ______________________________________________________   PPN bermula sekitar 25 tahun yang lalu di kota Medan. Sekitar 50 penyair dari lima negara di kawasan Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand) berkumpul di sebuah hotel, diprakarsai oleh Laboratorium Sastra Medan. Melalui puisi kita saling mengenali, saling memahami, saling mengapresiasi, dan tiba-tiba pertemuan terasa menjadi penting, dan harus dilanjutkan ke tahun berikutnya.

Read More
PERISTIWA 

Sastra Maju Karena Dilisankan

JAKARTA  (litera) – Puncak acara ulang tahun  Jagat Sastra Milenia (JSM) yang ketiga di Cafe Sastra, Balai Pustaka,  Jakarta, baru-baru ini (15/10)  diisi dengan sambutan Direktur Utama PT  Balai Pustaka (Persero) Dr. Ir. Achmad Fachroji yang mengingatkan para tamu dan pengunjung bahwa dunia sastra di  Indonesia bisa maju bukan sekedar tulisan.

Read More
PERISTIWA 

Jakarta Tuan Rumah PPN XIII

KUALA LUMPUR (litera) – Musyawarah wakil panitia dari lima negara peserta Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XII di Grand Cambel Hotel Kuala Lumpur,  Minggu 15 Oktober 2023, memutuskan Jakarta sebagai tuan rumah PPN XIII. Keputusan ini diambil setelah mewacanakan tuan rumah alternatif, yakni Brunei Darussalam, Palembang, dan Kendari.

Read More
ARTIKEL 

Ritme Metafisik Puisi-puisi A. Mustofa Bisri

Oleh Abdul Wachid B.S.  ____________________________________________________________________   Di dalam buku kumpulan sajak yang ke-3, Pahlawan dan Tikus (Cet.I-1995, Pustaka Firdaus, Jakarta; Cet.II-2005, Hikayat Publishing, Yogyakarta), A. Mustofa Bisri membagi sajak-sajak ke dalam judul-judul subbab ini : “Puisi-puisi Gelap”, “Puisi-puisi Remang-remang”, “Puisi-puisi Agak Terang”, “Puisi-puisi Terang”, “Puisi Terang-terangan”, dan “Puisi Penerang”.

Read More
CERPEN 

DERAI HUJAN DAN KATAK-KATAK BERENANG DI KOLAM

Cerpen: Lintang Alit Wetan ____________________________________________________________________   “Kung…kek. Kung…kek…” Malam tintrim, hujan tumpah. Di blumbang atau kolam depan rumah, kulihat katak-katak lelumban, ciblonan berenang-renang kesana-kemari. Bagi mereka, keluarga katak, hujan mungkin adalah berkah berlimpah. Air dan daratan, dua tempat berbeda yang menjadikan para katak itu hidup dan beranak pinak. Kawanan katak terus bernyanyi dengan riang gembira di bawah guyur hujan yang berderai-derai.

Read More
PUISI 

Mengambil Luka di Langit

Puisi-puisi: Nandy Pratama ____________________________________________________________________   Mengambil Luka di Langit Hujan tiba di pelukan malam sedang langit tak benar-benar tahu caranya untuk pulang Pada tangisan anak kecil darah telah berubah menjadi dewasa Melukai hati sendiri ; diantara senyuman, pelukan dan ciuman Kau adalah hujan pukul 6 sore yang selalu berkata “ aku tidak apa-apa “

Read More
CERPEN 

(Tidak) Ada Surga di Kaki Ibu

Cerpen: Kak Ian _______________________________________________________________ Semua pasang mata mengarahkan kepadaku. Di ruang tamu, aku seperti terdakwa yang tidak bisa lagi untuk beralibi. Tak berkutik dan terpojok. Alibi-alibi yang kukatakan kepada mereka dianggap hanya sebagai dongeng peneman tidur. Esoknya membosankan bila diulang-ulang lagi diceritakan. Aku benar-benar tak tahu harus berbuat apa saat ini. Mereka benar-benar menganggapku sebagai sanderanya saja. Bila aku tidak menuruti kata mereka terpaksa membusuk di tempat pesakitanku saat ini.

Read More