PUISI 

Membunuh Pagi

Puisi-puisi: Akhmad Idris _______________________________________________________________   SAJAK UNTUK SAPARDI Abadi, Mati, dan Pergi. Adalah sekumpulan kata-kata tak bermakna yang menjadi surga di hadapan tangan-mu. Sementara waktu, buku, dan rindu adalah rentetan kejadian di pasar loak yang perlahan membeku di musim panas.

Read More
CERPEN 

Cinta sang Penyair dan Bunga Desa

Cerpen: Wahyu Arshaka __________________________________________________________________ Keadaan desa Sinar Jaya kini sudah tak lagi dibilang udik. Tidak ada lagi rumah yang berdinding bilik, semuanya sudah menggunakan bata dengan atap genteng. Kisah rumah berdinding bilik, beratap jerami, dan beralaskan tanah itu hanya tinggal sejarah, yang tersimpan rapi dalam kenangan warga desa, yang kini bisa berbangga, dapat menikmati kemajuan zaman. Dua mini market yang selalu berdekatan, seperti sepasang kekasih yang sulit dipisahkan, hadir juga di prapatan desa, berdiri berhadap-hadapan hanya dipisahkan jalan yang beraspal mulus.

Read More
PUISI 

Buku Terakhir Filsafat Stoa

Puisi-puisi Vito Prasetyo __________________________________________________________________ LAMPU-LAMPU KAFE wajahnya, serupa raut kafe. dari secangkir kopi, memantik aroma. duduk dan memancar gelisah. sandarkan penat di pelukan kursi kayu. di antara kelap-kelip lampu. redup bulan mengintip. bagai bunga perdu, sorot mata itu. merajam angin.

Read More
CERPEN 

Kabar Kematian Seorang Pujangga

Cerpen Hafis Azhari ______________________________________________________________________   Saya sedang membaca buku ketika siaran televisi menayangkan kematian sastrawan yang saya kagumi begitu lama. Seketika saya mengamit ponsel dari atas meja, ingin menelepon seseorang. Tapi, siapa yang harus saya hubungi? Kalau saya menghubungi Fatia, mantan kekasih saya, yang juga sangat mengagumi sastrawan tersebut, lalu apa yang mesti saya katakan? Lagipula, apakah saya masih punya nomor ponsel Fatia?

Read More
PUISI 

Percakapan di Stasiun, Selesai Subuh Pagi Itu

Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS _____________________________________________________________________   PERCAKAPAN DI STASIUN, SELESAI SUBUH PAGI ITU sebaiknya tunggu tak lama aku menjemput, katamu lewat telepon genggam. pagi berkabut dan sedikit gerimis. lanjutmu, hanya lima menit aku berkemas lalu menemuimu di pagi dingin dan lamur sebaiknya kubawa kau memutari kota ini. pagi berkabut dan rinai hujan menyambutmu juga. tubuh ini nanti akan membuatmu hangat;

Read More
CERPEN 

Jarum Suntik

Cerpen Ahmad Dzikron Haikal _________________________________________________________________   Salah satu penyebab aku tak mau berurusan dengan rumah sakit adalah jarum suntik. Aku berani bertaruh bahwa bayangan rasa nyeri yang ditimbulkan oleh ujung jarum yang menembus kulit dan pori-pori merupakan alasan seseorang takut dengannya. Begitupun denganku. Sebagai lelaki, aku sering dianggap pengecut karena menghindar dari sesuatu yang sebagian lelaki sering menganggapnya perkara sepele, namun mampu membawa dampak buruk pada kondisi mentalku. Dan Trypanophobia adalah jawabanku untuk mereka.

Read More
Berita 

PERRUAS GELAR FESTIVAL LITERASI

JAKARTA (litera) — Pentas baca puisi oleh penyair terkemuka Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, Ahmadun Yosi Herfanda, dan Jose Rizal Manua mewarnai Malam Anugerah Perruas 2021. Acara yang digelar pada Sabtu malam (18/12) itu dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Anies  Baswedan melalui daring, sekaligus meluncurkan Buku Puisi ASEAN, Doa untuk Bangsa, dan 100 buku terbitan Perruas 2021.

Read More