puisi 

“Cimanuk Hingga Pelangi” Willy Ana

Willy Ana lahir di sebuah desa kecil di Bengkulu, 29 September 1981. Setelah menamatkan diploma bidang komputer di Bengkulu, ia hijrah ke Jakarta pada 2002. Ia bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan makanan dan selanjutnya di sebuah perusahaan kontruksi nasional. Buku kumpulan puisi tunggal pertamanya “Aku Berhak Bahagia” (2016) dan “Tabot: Aku Bengkulu” (November 2016). Puisinya juga tersebar di beberapa antologi puisi bersama. Beberapa puisinya dimuat di sejumlah media, termasuk di Indopos yang editor sastranya presiden penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri. Sehari-hari ia tinggal di Depok bersama suami dan seorang anaknya…

Read More
ESAI 

Realisme, Tohari, dan Logika Ilmiah

Karya sastra sesungguhnya medium yang mampu menyampaikan banyak hal. Meski kita anggap rekaan tapi karya sastra mampu digunakan sebagai instrumen pembelajaran seperti halnya tulisan ilmiah tanpa mengurangi nilai sastranya. Saat kita membacanya serasa kita sedang belajar sebuah ilmu pengetahuan dengan keindahan dan alur cerita yang terjaga.

Read More
puisi 

Puisi-Puisi Apin Suryadi

H Tb Apin Suryadi, lahir di Pandeglang 8 April, biasa menggunakan namanya Apin Suryadi dalam kepenulisannya. Tulisannya berupa puisi, cerpen dan novel dimuat berbagai media. Selain itu, ia juga pendiri Majalah Mutiara Banten serta mengelola Yayasan Raudhatul Ad Dzikro yang bergerak dibidang agama dan sosial kemasyarakatan. Untuk mengasah dunia sastra ia bergabung dengan Komunitas Sastra Gunung Karang bersama Riduan Hamsyah, Farhan dan Zhami sastera.

Read More
puisi 

Puisi-Puisi May Filardha Munna

May Filardha Munna, adalah nama pena dari Siti Maemunah kelahiran Tegal, 29 Agustus 1994. Aktivitas menulis digeluti sejak SMK hingga sekarang di UIN Walisongo dengan mengikuti Lomba Cipta Puisi Nasional. Selain menulis juga aktif di gerakan koperasi mahasiswa. Berdomisili Ponpes Tafidz Al Husna Tempuran Semarang. Menulislah, waktumu sedetik lagi.

Read More
PERISTIWA 

Sastrawan Bikin Buku Puisi Gempa Aceh

JAKARTA – Sastrawan Indonesia menggagas untuk mengumpulkan puisi-puisi dari penyair dan penulis tentang gempa Aceh. Puisi-puisi itu akan dibukukan secara gotongroyong dan diluncurkan Februari 2016 di Jakarta dan Aceh. “Ini bentuk simpati dan tanda cinta Indonesia terhadap Saudara-saudara kita di Aceh,” kata Willy Ana, penyair asal Bengkulu, yang menggagas dan mengkordinatori pengumpulan puisi-puisi itu.

Read More
Agenda 

Abidah El Khalieqy: Faith and Fashion

Abidah El Khalieqy, perempuan penyair dan novelis yang bertinggal di kota budaya Yogyakarta. Sebagai pengarang, ia telah mengikuti berbagai event sastra tingkat nasional, regional maupun internasional. Karya-karyanya memiliki karakter yang kuat untuk mewakili perjuangan kaum muslimah Indonesia modern dalam upaya mengentaskan diri dari belenggu tradisi budaya dan praktik-praktik keagamaan yang kurang ramah terhadap eksistensi perempuan. Karya-karya kesusastraannya telah diikutkan dalam berbagai buku bunga rampai sastra seperti: ASEANO: An Antology of Poems Shoutheast Asia (1996), Cyber Album Indonesia – Australia (1998), Force Majeure (2007), Rainbow: Indonesian Womens Poet (2008), Word Without…

Read More
Berita 

Nurdin: Kebudayaan adalah Gugusan Gagasan

Tangsel (Litera.co.id)- Selain menghadirkan Uten Sutendi, workshop budaya yang digelar oleh Kantor Budaya dan Pariwisata dan Dewan Kesenian Tangerang Selatan di hotel Ibis pada hari Rabu-kamis 7-8 Desember, juga menghadirkan Nurdin, seorang peminat kajian agama dan kebudayaan yang aktif di ICMI Tangsel. Jika Uten Sutendy adalah praktisi, maka Nurdin adalah peminat kajian dan melihat budaya dalam perspektif ide, gagasan, dan teoretik.

Read More
Berita 

Uten Sutendy: Kota yang Besar Memiliki Identitas yang Kuat

Tangsel (Litera.co.id)- Workshop budaya kota Tangerang Selatan yang diadakan di hotel Ibis pada Rabu-Kamis tanggal 7-8 Desember menghadirkan pembicara Uten Sutendy, seorang budayawan yang juga seorang penulis novel dan puisi. Tema workshop yang dilangsungkan pada hari kamis (8/12) mengambil tema Merumuskan Identitas Budaya Kota Tangerang Selatan. Uten juga lama berprofesi sebagai wartawan. Uten dalam pembukaan diskusinya mengatakan jika ia serasa pulang ke rumah yang cukup lama ia tinggalkan saat harus berbicara soal kebudayaan.

Read More
Berita 

Pencarian Belum Usai

Tangsel (Litera.co.id)- Workshop budaya yang digelar di hotel Ibis pada hari kamis (8/12) mengangkat tema Merumuskan Identitas Budaya Kota Tangerang Selatan. Acara ini merupakan acara inti dari rangkaian kegiatan kebudayaan yang dihelat oleh kantor Budaya dan Pariwisata bekerja sama dengan Dewan Kesenian Tangerang Selatan dan berlangsung selama dua hari, 7-8 Desember. Workshop dihadiri peserta yang merupakan perwakilan dari beberapa pelaku seni dan budaya juga unsur mahasiswa.

Read More